Rabu, 08 Oktober 2008

BANGSA ARAB PENEMU ALJABAR, BANGSA BARAT MENGEMBANGKAN

Izaat Majeed, seorang pengusaha dan penulis warga Pakistan mengritik mengenai umat Islam yang tidak maju-maju. Majeed menggambarkan bahwa maju berarti mengikuti modernisasi terutama dalam sumber daya manusia.

Kritiknya ialah kenapa negara Islam tidak memiliki universitas yang setara dengan Universitas Oxford dan Cambridge di Inggris atau Universitas Harvard, MIT , Caltech, Princeton dan puluhan universitas yang bertingkat tinggi dan ribuan universitas yang cukup bagus di Amerika Serikat ?

Kenapa negara kaya seperti Saudi Arabia tidak meningkatkan pendirian universitas yang kelas atas ?

Dengan kekayaan yang luar biasa dari meledaknya harga minyak bumi sudah selayaknya negara seperti Saudi Arabia, Irak, Iran bahkan Indonesia sanggup menyewa profesor terbaik dan mendirikan perguruan tinggi kelas dunia. Indonesia malah lebih parah lagi, mutu universitas merosot dengan pesat dan pemikiran dunia pendidikan Indonesia umumnya masih paradigma kuno.

Ceriteranya kita masih berevolusi untuk kemerdekaan pendapat dan perjuangan menumbangkan rezim penindas. Dan bangsa ini masih sibuk berurusan dengan perang agama, kerusuhan Poso, kerusuhan Maluku, kerusuhan Ambon yang selalu dinyatakan sebagai pemberdayaan kenegara berdasarkan agama. Pola berpikir kita sudah sangat ketinggalan zaman bahkan dapat dikatakan sebagai primitip kearah sektarian.

Sedangkan yang namanya pendidikan tidak pernah diperjuangkan, bagaimana bangsa Indonesia dengan umat Islamnya akan maju ? Kalau ada yang mengritik dikatakan sebagai BUKAN ISLAM, lha siapa yang bisa memajukan Islam kalau bukan Islam sendiri ?

Ribuan tahun lalu, bangsa Arab menemukan ALJABAR : ilmu dasar matematika yang merupakan cikal bakal ilmu-ilmu modern yang dikemudian hari berkembang terus dan menumbuhkan ilmu-ilmu baru. Matematika modern, Goneometri, Analitika, Stereometri, Linier Programming, Operation Research, dan berbagai ilmu untuk memecahkan berbagai masalah.

Puncaknya ialah diketemukannya komputer yang sanggup memecahkan persoalan rumit dalam waktu relatip singkat, yang dengan alat-alat zaman dulu mungkin diperlukan beberapa puluh tahun untuk memecahkan persoalan tadi. Ilmu berkembang terus dengan munculnya Bill Gates yang merancang SUPER HIGHWAY, mendirikan Microsoft dan perkembangan INTERNET menyebabkan paradigma bisnis dan paradigma hubungan antar manusia lebih luas dan terbuka.

Adakah orang-orang Islam yang terkemuka dalam perkembangan ilmu tersebut setelah orang Arab zaman kuno menemukan Ilmu Aljabar ? Adakah peraih hadiah NOBEL kaum Islam dalam perkembangan ilmu-ilmu BISNIS, FISIKA, KEDOKTERAN, EKONOMI dan sebagainya ?

Justru disini tantangan kita untuk maju dengan paradigma modern. Malaysia merupakan negara Islam tetapi menganut keterbukaan dan dunia pendidikan maju pesat, Beberapa universitas Australia, Inggris dan Amerika mendirikan cabang pendidikan di Malaysia sehingga memungkinkan orang Malaysia menuntut ilmu berdasarkan kelas universitas maju tersebut dan dikemudian hari mampu melanjutkan studi kenegara maju tadi.

Ribuan tahun lalu, orang-orang Cina menemukan mercon dan menggunakan untuk MENGUSIR SETAN serta membuat mercon untuk perayaan-perayaan hari besar. Orang-orang Barat mengubah penemuan mercon tersebut untuk membuat persenjataan modern dan dikemudian hari seorang keturunan Jerman bernama Werner Von Braun membuat roket yang menjadi cikal bakal pengiriman satelit. Satelit kemudian digunakan untuk hubungan telekomunikasi dan kita menjumpai Telpon Seluler yang merupakan sarana hubungan modern.

Bagi orang Cina cuma membuat mercon pengusir setan dan seperti orang Arab yang menemukan Aljabar dan tak mengembangkannya. Dari mercon teknologi berkembang terus sehingga dimanfaatkan untuk penemuan-penemuan baru yang merangsang penemuan komputer, penemuan SOFTWARE canggih, penemuan bahan bakar padat yang digunakan untuk meluncurkan roket, penemuan bahan kimia yang digunakan untuk berbagai keperluan, bahkan ilmu-ilmu tadi digunakan untuk mencari obat-obatan bagi penyakit manusia.

Ilmu bisa digunakan untuk hal-hal positip dan bisa juga untuk penemuan peralatan perang yang sangat merusak.

Sudah saatnya ada perubahan paradigma menuju kemajuan, sudah saatnya berjihad dengan meningkatkan ILMU, dengan meningkatkan PRODUKTIVITAS, dengan meningkatkan pergaulan sesama umat manusia, dengan semangat Win Win Solution dan bukannya berjihad untuk DESTRUKTIP atau membuat pernyataan-pernyataan KONTRAPRODUKTIP sebagaimana dilakukan oleh oknum-oknum Majelis Ulama Indonesia yang mengeluarkan FATWA ( ala MUI ) tak berujung pangkal dan tanpa pendalaman IMAN.

FATWA ( ala MUI ) yang kontraproduktip lebih banyak ruginya ketimbang bimbingan kepada umat, lebih banyak menuju kehancuran ketimbang memajukan bangsa . Sedangkan memajukan bangsa sudah tentu dan HAKULYAKIN merupakan JIHAD.

Seperti juga ungkapan pengusaha dan penulis Pakistan Izaat Majeed : “ Jihad bukan menubrukan pesawat terbang, tetapi membuat pesawat terbang.” Jihad bukanlah DESTRUKTIP , tetapi tindakan dan upaya yang KONSTRUKTIP, hakulyakinlah !

Tidak ada komentar: