Rabu, 08 Oktober 2008

DEMOKRASI ALA COWBOY

Ide demokrasi muncul dari barat sebuah sistem pemerintahan yang mengakui hak segenap anggota masyarakat untuk mempengaruhi keputusan politik, baik secara langsung maupun tidak langsung. Demokrasi langsung dimana suatu keputusan politik ditentukan oleh warga masyarakat dalam suatu pertemuan bersama; hanya dimungkinkan jika jumlah penduduk kecil (misalnya masyarakat Yunani kuno).

Demokrasi langsung sebagaimana dilaksanakan dalam negara kota Yunani kuno, sedikit pengaruhnya terhadap perkembangan demokrasi perwakilan modern, dimana keputusan politik dilaksanakan oleh wakil-wakil yang dipilih dan bertanggung jawab terhadap pemilih. Demokrasi perwakilan (represeptatif democracy) mulai berkembang dalam abad ke 18 dan ke 19 di Inggris, Eropa dan Amerika Serikat. Lembaga pusatnya adalah Dewan Perwakilan (represeptatif parliament), di mana keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak.

Lembaga yang hakiki dalam demokrasi perwakilan adalah: pemilihan secara teratur dengan kebebasan memilih, hak pilih bagi orang dewasa, kebebasan untuk mendirikan organisasi politik tandingan dan pengadilan. Kebebasan berbicara dan pers, memelihara hak kemerdekaan sipil (civil liberties). Dan minoritas mutlak merupakan bagian dari demokrasi perfwakilan liberal (liberal representatif demokrasi). Revolusi Perancis dan Revolusi Amerika. Perkembangan kelas menengah (midle class). Akibat revolusi industri memberikan pengaruh penting dalam pembentukan demokrasi modern. Konsep hak asasi dan persamaan hak politik ( political equality ).

Yang didengungkan filisuf John Locke dalam abad ke 17, voltaire Jean Jacques Rousseau dalam abad ke 18 serta Bentham dan J.S. Mill dalam abad ke 19 memegang peranan penting dalam teori demokrasi perwakilan. Demokrasi alat propaganda Dalam realitas Amerika serikat senantiasa menjadikan demokrasi sebagai alat untuk mengukur kemartabatan dan kerakyatan dalam sebuah negara.

Tetapi justru pada faktanya Amerika sendiri tidak mampu melakukan demokrasi yang benar tengok saja kasus kemenangan Bush yang sarat dengan kecurangan, atau bisa dibandingkan dengan kasusnya algore yang kalah suara, juga karena disinyalir suaranya banyak dimanipulasi oleh lawan politiknya atau yang paling dahsyat sejarah kematian Abraham Lincoln yang tidak bisa diungkap dan cenderung misterius selama berabad-abad tidak ditemukan siapa penembaknya?, pertanyaannya apakan memang demokrasi seperti itu ?.

Saya kira demokrasi dalam pandangan saya adalah sebuah propaganda barat untuk menggusur negara-negara ketiga –Islam yang sedang berkembang—dengan dalih demokrasi Amerika melakukan berbagai manuver politik guna menggasak lawan-lawan politiknya. Dalam kasus perang dengan antara Amerika dengan Moskow pada saat itu Amerika tetap melakukan propaganda demokrasi hal ini sama ketika Amerika menyerang Irak, Afganistan, serta negeri-negeri muslim yang lainnya.

Sebagai contoh kasus yang hangat pada hari ini, ketika kemenangan HAMAS pada pemilu Palestina ternyata Amerika dengan arogan tidak mau mengakui kemenangan HAMAS tersebut. Bahkan yang paling menjijikan Presiden Bush dalam sambutannya, beberapa saat setelah kemenangan HAMAS ia mengatakan bahwa Amerika tidak akan pernah bekerjasama dengan para teroris. Sebuah ungkapan yang tidak pantas keluar dari negeri yang selama ini menjadi kampium demokrasi dan penggembor hak asasi manusia.

Namun faktanya Amerika sendiri yang keliru dan melanggar hak-hak asai manusia dalam mengimplemtasikan demokrasi itu sendiri. Oleh karena itu, sebuah kenyataannya Amerika dengan berkedok demokrasi senantiasa melecehkan nilai-nilai kemanusiaan—banyak terjadi dehumanisasi­­­--- demokrasi adalah sebuah produk yang dijual oleh Amerika kepada negara-negara miskin atau berkembang supaya menerapkan konsep buatan manusia ini---made in man---yang tidak pernah bisa menentramkan umat manusia di dunia, bahkan yang terjadi adalah prilaku jahat Amerika (si globo cop) dalam menggayang negera miskin untuk mengekor terhadap Amerika yang ujung-ujungnya melahirkan bangsa yang gila barat.

Ironis negara-negara berkembang yang menggunakan sistem demokrasi didalamnya dalam keadaan negaranya mengalami keguncangan, masyarakatnya lapar, bodoh, miskin dan tidak mampu untuk untuk berontak karena ada dalam hegemoni kekuatan demokrasi (Amerika CS). Negara-negara yang nota bene berkembang seperti Indonesia tidak mampu mengadakan ijtihad untuk berontak terhadap hegemoni asing dalam berbagai bentuk (demokrasi, pasar bebas, dll). Demokrasi alat perang Saya pikir demokrasi yang sekarang dibesarkan oleh Amerikan pada kahirnya melahirkan tiranik hegemoni kekuasaan yang ujung-ujung akan menjadi alat untuk berperang dengan negara-negara non demokrasi.

Dan ini telah terjadi pada hampir sepanjang abad 20-an. Negara non demokrasi diperangi oleh Amerika dengan dalih kemanusiaan dan hak asasi manusia. Dalam tulisan ini saya tidak percaya dengan sistem demokrasi yang menghantarkan kesejahteraan bagi masyarkat sebab pakta dilapangan seperti Indonesia dalam keadaan bodoh dan marginal. Oleh karena itu, konsep demokrasi adalah konsep yang dipasarkan dan diperjual belikan oleh Amerika sebagai negara maju yang mencari keuntungan kapital dibalik isu demokrasi yang telah membelah dunia telah melahirkan berbagai perang yang mencucurkan darah segar ummat manusia..

Ide demokrasi lebih pada kepentingan globalisasi dan kepentingan pasar Amerika. Demokrasi sifatnya dominasi bangsa-bangsa maju terhadap bangsa-bangsa lemah sehingga mengakibatkan negara-negara maju dengan isu demokrasi yang tidak senang melakukan upaya intervensi terhadap segala bentuk kebijakan dalam negerinya. Negara-negara yang relatif maju melakukan bentuk-bentuk intervensi dengan cara ekonomi pasar bebas (globalisasi).

Bangsa Indonesia perlu mewaspadai berbagai berbagai manuver Amerika sebab ia mengetahui bahwa kondisi politik domestik bangsa Indonesia yang belum stabil mengakibatkan suasana global dan tentunya Amerika yang sedang mengobarkan perang terhadap teroris international. Sehingga Indonesia terseret dan menjadi perhatian mereka karena posisinya yang sangat strategis dan menentukan dikawasan Asia Tenggara.

Kuatnya hegemoni dan cengkraman kekuatan kapitalisme global dalam dunia politik dan ekonomi membuat negara berkembang tidak mampu untuk keluar dari ketergantungan terhadap negara-negara donor atau lembaga-lembaga kapitalis (CGI,IMF,IDB) dan liberalisasi pasar bebas. Menurut Francis Fukuyama (2003) istilah liberalisme adalah aktipitas ekonomi bebas dan pertukaran ekonomi berdasarkan kepemilikan pribadi dan pasar.

Artinya seluruh persoalan ekonomi dan politik ditentukan oleh kepemilikan modal seseorang atas dasar persaingan pasar. William K.Tabb (2003) menyebutkan bahwa globalisasi membentuk kembali rezim perdagangan dan keuangan dunia serta mendefinisikan ulang kesadaran pada tingkat yang paling dekat dan lokal, mempengaruhi bagaimana orang memandang dirinya, ruang gerak anak-anak mereka dan entitas mereka sehingga mengalami perubahan akibat kekuatan globalisasi ini.

Oleh karena itu, berkaca pada persolan ini, titik persolan kita tidak selamanya konsep demokrasi dapat melahirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Banyak negara yang tidak menggunakan demokrasi rakyatnya makmur-makmur tengoklah Brunai, Malaysia, Arab Saudi, Sudan, Libia, Cina, Jepang, Iran, Inggris dll. Jadi intinya demokrasi ala negeri koboy (Amerika) adalah mitos yang membodohkan dan membinasakan, yang harus diperangi.

Penulis adalah Pengurus KAMMI Pusat

Tidak ada komentar: