Rabu, 08 Oktober 2008

FAKTOR-FAKTOR ATAU SEBAB MENGAPA SESUATU BANGSA TIDAK MAJU

Islam adalah agama yang selamat dan menyelamatkan, untuk menjadi penyelamat tidak cukup dengan hanya memiliki ilmu Akhirat semata-mata. Tidak cukup dengan ilmu hukum perceraian saja. Memiliki ilmu dunia, sangat membantu dalam memperjuangkan Akhirat.

Bahkan ilmu dunia itu boleh di Akhiratkan atau boleh dijadikan ibadah. Adalah menjadi kesalahan kepada pejuang-pejuang Islam yang tidak berminat dengan ilmu-ilmu dunia. Kepada mereka yang akan memperjuangkan kebenaran, yang hendak jadi penyelamat, perlu menguasai kedua-kedua ilmu yakini ilmu Akhirat dan ilmu dunia. Keselamatan kita di Akhirat ditentukan bagaimana kehidupan kita di dunia.

Mari kita lihat kata-kata ulama yang berbunyi "Manusia yang bertabiat mulia adalah makhluk yang maju." Apa maksud makhluk yang maju? Tuhan siapkan kekuatan-kekuatan dalam diri manusia membolehkan manusia itu maju dan hendak maju.

Jadi kalau manusia menggunakan alat-alat yang ada dalam dirinya, dorongan, kehendak-kehendak, ransangan-rangsangan untuk maju, kemudian menggunakan alat-alat yang ada pada dirinya juga seperti kekuatan akal fikirannya misalnya, maka manusia itu boleh maju. Berbeda dengan hewan.

Yang jadi masalah, walaupun para ulama itu berkata, manusia yang bertabiat mulia akan maju, tak berbeda ada berbagai macam bangsa atau etnik tetapi kita lihat ada bangsa yang sangat maju, ada yang sederhana dan ada yang seolah-olahnya hidupnya seperti 700-800 tahun lalu. Antaranya penduduk Afrika. Rangsangan yang sama, dorongan yang sama, rasa hendak berubah sama, cara berfikir sama, kemampuan menggunakan tenaga lahir pun sama tetapi hasilnya tidak sama.

Kalau ada orang bertanya, mengapa ada bangsa yang maju amat pesat dan sebaliknya ada yang mundur? Bagaimana kita menjawabnya? Kita sebagai kaum yang beragama Islam pasti akan menjawab secara hukum Islam juga. Inilah ilmu dunia yang sangat perlu. Kalau kita peka, kita akan dapati manusia itu fitrahnya sama tetapi hasilnya tidak sama, hal tersebut dikarenakan :

1.MALAS
Bagi separuh bangsa, rangsangan ada, kemauan ada tetapi bila hendak berbuat, terasa malas. Bila berfikir bagaimana akan berbuat, perlu minta bantuan Allah, banyak alasan, terasa malas. "Makan saja apa yang ada. Biar saja. Hiduplah dengan yang ada." Malas akan menjadikan suatu bangsa itu tidak maju. Sayangnya karena dia tak manfaatkan kemauan dan tabiat manusiawi yang menginginkan kemajuan itu. Dia tidak gunakan pendorong yang Allah sudah beri itu. Karena tidak tahan cobaan, akhirnya manusia jadi malas.

2.KARENA BANGSA ITU PERNAH DIJAJAH
Bangsa yang malas, tidak berjuang tetapi bangsa yang rajin, berjuang. Bangsa yang rajin menjajah bangsa yang malas. Maka bangsa yang malas kena dijajah. Suatu bangsa yang pernah dijajah, seperti di Indonesia selama 250 tahun lebih. Orang yang rajin berjuang, menjajah negara orang yang malas.Penjajah ini dasarnya, dia sekedar akan mengambil harta kekayaan anak bangsa jajahannya. Bukan akan mendidik anak jajahannya. Penjajah hanya mendidik beberapa orang untuk membantu melancarkan kerjanya. Yang lain, pandai-pandailah hendak hidup sendiri.

3.FAKTOR ILMU
Walaupun sebuah negara itu sudah merdeka tetapi ia tidak boleh maju kerana faktor ilmu. Jika mau maju, jika akan punya bangunan pencakar langit, jika mau memiliki jalan raya yang moden, tidak akan terwujud bila tidak ada ilmu. Faktornya tidak cukup ilmu.

4.FAKTOR ANAK-ANAK DIDIK PENJAJAH
Kebanyakan negara-negara yang baru merdeka, sebelum itu penjajah menjadi pemimpinnya. Mungkin Amerika, Perancis, Sepanyol, Portugis, Itali dan Inggris. Waktu pemimpinnya adalah penjajah, ada anak-anak pribumi setempat yang dapat sedikit ilmu hasil dididikan kaum penjajah. Bila negara dimerdekakan, maka kepada merekalah negara ini diserahkan. Tidak mungkin akan diserahkan pada orang yang tidak berilmu. Penjajah menyerahkan negara itu pada orang-orangnya juga. Yaitu pada orang pribumi yang otaknya otak penjajah.

5.IDEOLOGI
Kalau kita lihat lebih jauh, negara-negara yang menganut ideologi komunis, negaranya tidak akan maju. Bukan mereka tidak boleh maju, tetapi itu disengajakan. Buktinya Rusia yang kekuatannya bisa menggetarkan Amerika. Mereka hebat dibidang senjata tetapi kemajuan yang ada hubungan dengan rakyat, tidak ada. Rakyatnya hidup susah. Kemampuan sains dan teknologinya bisa menggetarkan Amerika tetapi untuk rakyat, tidak ada kemajuan. Karena begitu kehendak ajaran/dogma-dogma komunis. Kerajaan tidak mau rakyatnya pandai.

6.KARENA SENANTIASA BERPERANG
Apabila satu negara itu tidak habis-habis berperang maka negara tersebut dijamin tidak bisa membangun. Contohnya Afhganistan dan Iraq. Akibat perang, untuk membangun pun tak bisa, tidak bisa membangun demi kemajuan.

7.KERANA TIDAK ADA KERJASAMA
Walaupun sebuah negara itu tidak berperang tetapi karena tak ada kerjasama ia tidak bisa membuat kemajuan. Rakyatnya hidup sendiri-sendiri. Sedangkan kemajuan bangsa tidak boleh dibangunkan kecuali ada kerjasama. Mesti ada rasa bersama. Saling tolong-menolong, bantu-membantu sesama warga. Andaikan golongan atas saling kerjasama, ada komunikasi, apalagi koordinasi yang jelas dengan bawahan maka niscaya bangsa itu maju.

8.KARENA TERLALU BANYAK KEJAHATAN DI DALAM NEGARA
Walaupun tidak berperang tetapi bila kejahatan terlalu banyak dalam negara maka susah untuk maju. Disana-sini banyak orang jahat, merompak, membunuh, apalagi korupsi. Ini juga menggangu untuk membangun.Penjahat-penjahat ini mencari makan diprojek-projek pembangunan itu.

Itulah 8 sebab terbesar mengapa manusia tidak bisa maju sedangkan fitrah manusia sama. Kalau fitrah tidak disekat, tidak ada halangan, tidak ada ganjalan, maka semua manusia bisa membangun. Tetapi 8 halangan ini membuat semua bangsa di dunia tidak seimbang. Ada yang maju, ada yang mundur. 8 perkara ini sangat menghalang.

SEKIAN

Tidak ada komentar: