Rabu, 08 Oktober 2008

Mengenal Kualitas Mental Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Dalam kajian sirah Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam, salah satu aspek yang biasa dibahas secara mendalam adalah latar belakang kehidupan beliau. Latar belakang itu dikupas dari masa kanak-kanak hingga saat-saat sebelum kenabian. Dari rentang usia kecil hingga dewasa atau menginjak usia 40 tahun itu, dipilih peran-peran penting yang dialami oleh Rasulullah.

Pengalaman masa kecil ini dinilai berperan penting dalam membentuk kepribadian Rasulullah. Pengalaman itu mengasah bakat serta kecakapan Rasulullah. Kecakapan yang sungguh dibutuhkan bagi seorang figur pemimpin yang merintis, membangun dan membina masyarakat. Yang dengan kecakapan itulah beliau berhasil mengubah sebuah komunitas Jahiliyah menjadi masyarakat dengan struktur sosial dan kultur religius yang baru.

Biasanya, peran yang kerap ditonjolkan adalah bahwa Nabi pernah menggembala kambing. Pengalaman masa kecil menggembala kambing ini, sedikit banyaknya menjadi basis bagi tumbuhnya bakat serta etos kepemimpinan Nabi kelak. Sebab, untuk dapat menggembala kambing dengan baik, seseorang dituntut memiliki sejumlah sikap mental dan kemampuan dasar. Misalnya, disiplin, kepekaan, manajemen, empati, wawasan tentang alam, dll.
Pengalaman menggembala kambing beserta dampaknya itu bukan satu-satunya.

Di antara pengalaman penting yang justru lebih dekat dengan periode kenabian adalah dagang. Sejak kecil, Nabi telah terbiasa membantu pamannya dalam bisnis dagang. Beliau bahkan diceritakan ikut dalam ekpedisi-ekspedisi dagang ke Syam. Waktu itu, Syam adalah salah satu kota tujuan penting pedagang-pedagang Quraisy.Menginjak usia remaja, Muhammad muda lebih mandiri. Ia telah mengelola usaha bisnisnya sendiri. Lebih jauh, ia bahkan menerima tawaran penyertaan modal atau barang dari pengusaha-pengusaha yang lain.

Kesuksesan dan reputasi bisnis beliau ternyata mampu menarik kepercayaan tajir-tajir yang lain untuk berkongsi dagang dengan beliau.

Berikutnya, dalam sirah kita membaca tentang seorang pengusaha kaya, Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ’anha, yang senjadi rekanan bisnis Muhammad. Tertarik dengan kepribadian Muhammad, Khadijah kemudian menawarkan diri untuk menikah.

Jadilah Muhammad muda, pengusaha muda sukses kota Mekah menikah dengan Khadijah yang juga pebisnis sejati. Belum sampai di situ. ”Seseorang itu tergantung pada agama temannya. Maka hendaknya setiap kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya,” demikian sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam dalam satu haditsnya.

Hadits ini menjabarkan betapa kualitas seseorang besar dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar kehidupannya. Baik pergaulannya, baik pula kualitas dirinya. Sebaliknya, buruk pergaulannya, itu pula gambaran pribadinya. Hadits ini juga memberi cara praktis mengenal lebih dalam seseorang: kenali teman-temannya! Kualitas pergaulan seseorang lebih mampu menjelaskan kualitas pribadi orang itu.Siapakah teman-teman dekat Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam? Tampaknya, kita akan menemukan sejumlah nama yang akrab di dunia bisnis.

Di sana ada Abu Bakar, Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dll. Salah satu lingkaran pergaulan Nabi adalah para pebisnis.Untuk suses sebagai entrepreneur sejati, kualitas mental apa yang harus dimiliki? Edy Zaqeus (2007) mewawancarai 16 pengusaha sukses. Hasilnya, beberapa jurus, seperti: mental baja, jujur, terus belajar, fokus, tekun, keyakinan diri, kerja keras, dll. Kurang lebih, demikianlah tentu kualitas pribadi yang dimiliki Muhammad dan lingkaran pergaulan bisnisnya.

Kiranya, kualitas-kualitas pribadi ini turut memberi saham penting bagi keberhasilan dakwah dan kepemimpinan Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam. Sulit membayangkan dakwah beliau akan berhasil tanpa didukung dengan kualitas-kualitas tersebut. Apakah Anda mengidolakan dan menjadikan Muhammad sebagai panutan Anda?

Apakah Anda da’i dan memosisikan diri Anda sebagai pemberi arah bagi perjalanan umat? Apakah Anda telah lebih mengenal bagaimana sosok Muhammad sebenarnya? Kalau ya, tiru dan ikuti kualitas-kualitas pribadi beliau! Shallallahu ’alaihi wasallam.

Uzt. Ilham Jaya Abd. Rauf, Lc.

Tidak ada komentar: